Minggu, Desember 30, 2007

Mahasiswa dan Warga Kembali Demo PLN



Suasana aksi damai mahasiswa dan masyarakat Kukar di kantor PT PLN Tenggarong tadi siang
Photo: Agri



Markus dari STT Tenggarong mengeluhkan pemadaman listrik yang mengganggu jalannya kuliah malam di kampusnya
Photo: Agri

Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat Tenggarong tadi siang menepati janjinya untuk melakukan aksi damai di kantor PT PLN Ranting Tenggarong. Aksi lanjutan dari aksi dua malam lalu itu melibatkan unsur PMII, KAMMI, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tenggarong, LSM Barisan Oposisi Murni, LSM Getar, Formasi Unikarta dan FAM Kukar seperti yang tekah dilansir www.kutaikartanegara.com 29/10/2007.


Ketua PMII Kukar, Junaidi, dalam orasinya menyesalkan kinerja pelayanan PLN yang belakangan ini kerap melakukan pemadaman aliran listrik. "Banyak kerugian yang telah ditimbulkan, mulai dari kerusakan peralatan listrik rumah tangga hingga terjadinya kebakaran selama pemadaman listrik," ujarnya. Senada dengan Junaidi, salah seorang mahasiswa STT Tenggarong bernama Markus mengaku bahwa pemadaman listrik telah mengakibatkan proses belajar-mengajar di kampusnya menjadi terhambat. "Karena kuliah sering dilakukan pada malam hari, sehingga kami sangat tergantung terhadap listrik PLN," keluhnya. Lain lagi pendapat salah seorang warga Tenggarong yang bernama Ishak. "Orang bilang Kukar kaya. Tapi apa nyatanya, listrik mati siang malam. Masyarakat sudah bosan dengan ini, jangan buat masyarakat marah. Tolong ini menjadi perhatian PLN," kata warga Jalan Gunung Belah ini.


Salah seorang warga Jl Gunung Belah, Ishak, berorasi menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja PLN
Photo: Agri

Setelah melakukan orasi secara bergantian, para pengunjukrasa kemudian berdialog dengan pihak manajemen PT PLN Cabang Samarinda yang diwakili Natan selaku Asisten Manajer Distribusi dan Kepala PT PLN Ranting Tenggarong, Budiyana. Dialog antara kedua belah pihak dilakukan sambil duduk lesehan di halaman kantor tersebut.


Kepada pengunjukrasa, pimpinan PT PLN Ranting Tenggarong menjelaskan bahwa terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran terpaksa dilakukan karena terbatasnya kemampuan produksi listrik PLN di PLTGU Tanjung Batu yaitu hanya sebesar 165 Mega Watt (MW). "Sedangkan pemakaian listrik oleh pelanggan pada beban puncak mencapai 195 MW. Mau tidak mau harus dilakukan pemadaman listrik bergiliran," ujarnya. Menurut Budiyana, PLN terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dengan membangun beberapa pembangkit listrik baru di wilayah Mahakam untuk menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat saat ini. Namun pengunjukrasa menilai jawaban tersebut sudah terlalu sering mereka dengar dari pejabat PLN. "Jika PLN benar-benar ingin memperbaiki pelayanannya, kami minta PLN mau menandatangani kontrak dengan masyarakat Kukar," ujar Koordinator Aksi, Wahyudi.



Koordinator Aksi, Wahyudi, menyerahkan naskah pernyataan yang mesti ditandatangani pihak PLN jika ingin memperbaiki pelayanannya
Photo: Agri

Natan kemudian menyimak isi naskah pernyataan yang diserahkan kepadanya. Ada lima butir dalam pernyataan tersebut yang diantaranya berbunyi, pihak PLN siap memberikan ganti rugi berupa pemotongan tarif sebesar 1% per jam pemdaman dari total tagihan per bulan. Kemudian PLN wajib memberikan santunan bagi warga yang mengalami musibah kebakaran akibat pemadaman listrik.


Baik Natan maupun Budiyana tidak bersedia menandatangani pernyataan tersebut. Menurut Natan, mereka bukanlah pejabat yang berwenang untuk mengambil keputusan. Namun Natan berjanji akan meneruskan aspirasi pengunjukrasa kepada manajemen tingkat atas. Menanggapi hal itu, Ketua PMII Kukar Junaidi meminta agar PLN benar-benar menepati janjinya untuk menyampaikan pernyataan tersebut kepada pimpinan PLN. "Kami beri deadline selama 1 minggu sudah ada kejelasan dari PLN," ujarnya. Pertemuan kedua belah pihak diakhiri dengan penyerahan naskah pernyataan secara simbolis dari Koordinator Aksi, Wahyudi, kepada Natan yang bertindak mewakili manajemen PT PLN Cabang Samarinda. Aksi damai ini berjalan dengan tertib hingga para pengunjukrasa membubarkan diri.
(win)



Sambil duduk-duduk lesehan, pengunjukrasa dan manajemen PT PLN Cabang Samarinda melakukan dialog

Mahasiswa FISIP Unikarta Dilatih Penulisan Karya Ilmiah




Suasana pembukaan Pelatihan Dasar Penulisan Karya Ilmiah oleh Dekan FISIP Unikarta H Anwar Soetoen
Photo: Abe

Sebanyak 20 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) selama dua hari mengikuti Pelatihan Dasar Penulisan Karya Ilmiah yang berlangsung di kampus Unikarta, Jl Gunung Kombeng, Tenggarong.


Kegiatan pelatihan yang merupakan program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unikarta 2007/2008 ini secara resmi dibuka oleh Dekan FISIP Drs H Anwar Soetoen, Sabtu (12/05) pagi seperti yang dilansir oleh www.kutaikartanegara.com
13/05/2007


Dekan FISIP Unikarta Anwar Soetoen dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. "Pelatihan Dasar Penulisan Karya Ilmiah ini sangat sejalan dengan rencana pengembangan mahasiswa yang masuk dalam kurikulum pengajaran di FISIP Unikarta," ujarnya.


Menurut Anwar Soetoen, kebiasaan menulis harus terus dikembangkan sejak dini sebagai dasar dalam penyelesaian tugas akhir atau skripsi.


"Menulis harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan menulis kita bisa melakukan oto-kritik terhadap berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sosial," katanya lagi.


Dengan menulis, lanjut Anwar Soetoen, kita akan lebih inovatif dan kreatif, sehingga jati diri sebagai mahasiswa benar-benar melekat dalam diri mahasiswa FISIP Unikarta.



Presiden BEM FISIP Unikarta Wahyudi (kiri) mendampingi Dr Teguh Budiharso MPd yang menjadi pemateri pelatihan
Photo: Abe

Sementara dikatakan Presiden BEM FISIP Unikarta, Wahyudi, terkadang kita mempunyai banyak konsep pemikiran yang ada di dalam otak kita. Tetapi itu semua tidak dapat bertahan lama di dalam otak kita dan bisa hilang dalam sekejap mata.


"Bagaimana kita bisa mengabadikan serta menunjukkan konsep kita kepada orang lain, kalau konsep itu tidak dicatat atau ditulis. Maka dari itu, kita harus menguasai kiat-kiat penulisan karya ilmiah," ujarnya.


Melalui pelatihan penulisan karya ilmiah, lanjut Wahyudi, pihaknya mencoba menjembatani mahasiswa FISIP Unikarta dalam mengembangkan kemampuan penulisan ilmiah, terutama kiat-kiat membuat suatu karya ilmiah seperti skripsi, makalah, atau artikel. "Bahkan kita harapkan ke depan mahasiswa FISIP Unikarta bisa berkompetisi untuk membuat suatu opini di suratkabar," kata Wahyudi.
(www.kutaikartanegara.com/yudi)

Wahyudi Protes Aerobic di Kampus Unikarta

Senam Aerobic Warnai Dies Natalis, Mahasiswa Unikarta Protes Keras



Berbagai kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) ke-23. Mulai dari kegiatan yang bersifat pendidikan, sosial dan olahraga. Namun ada satu kegiatan yang dirasa kurang sreg oleh para mahasiswa Unikarta, yakni kegiatan Senam Aerobic yang berlangsung Jum'at (25/05) kemarin di kampus tersebut.
Sebagai bentuk protes terhadap kegiatan tersebut, sejumlah mahasiswa 'Kampus Ungu' Unikarta tadi pagi menggelar aksi damai di depan gedung Rektorat Unikarta.
Mereka menuntut pihak Panitia Dies Natalis XXIII Unikarta untuk meminta maaf secara terbuka melalui media massa serta tidak lagi menggelar acara serupa di kemudian hari.

Dalam orasinya di hadapan para petinggi Unikarta dan panitia, Presiden BEM FISIP Unikarta Wahyudi, menilai kegiatan Senam Aerobic tersebut tidak mencerminkan imej kampus sebagai lembaga intelektual. Menurut Wahyudi, pihaknya merasa risih dengan kegiatan tersebut lantaran Senam Aerobic tersebut dilakukan oleh para wanita dan waria yang notabene berasal dari luar kampus Unikarta dengan pakaian yang tidak pantas untuk digelar secara terbuka di kampus. "Apalagi kegiatan ini dilaksanakan menjelang pelaksanaan sholat Jum'at . Dan yang lebih parah lagi, kegiatan ini disaksikan pula oleh para pelajar yang berada di sekitar kampus Unikarta," ujar Wahyudi seperti yang dilansir www.kutaikartanegara.com, 26/05/2007.

Secara bergantian para mahasiswa dari berbagai fakultas di Unikarta berorasi di hadapan para petinggi kampus tersebut seperti PR I HM Arifin Mas'ud dan PR III H Awang Asmir Riwan. Dikatakan Andika dari BEM Fakultas Ekonomi Unikarta, pihaknya menuntut agar pihak panitia tidak lagi menggelar acara serupa di kemudian hari. "Pihak panitia juga harus meminta maaf secara terbuka, terutama kepada para mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yang kuliahnya terganggu dengan adanya kegiatan ini," tandas Andika.

Ketua Panitia Dies Natalis, Suid Suwidi, saat menemui pengunjukrasa meminta agar para pengunjukrasa dapat berdialog di dalam gedung rektorat untuk mendengarkan penjelasan panitia. Namun permintaan Suid Suwidi ini ditolak para pengunjukrasa. Akhirnya, dialog tetap dilaksanakan di teras gedung Rektorat Unikarta. Suid Suwidi mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasi dari para mahasiswa Unikarta mengenai kegiatan-kegiatan dalam rangka Dies Natalis Unikarta. Diakui Suid Suwidi, pihaknya tidak mengetahui kalau senam yang akan ditampilkan adalah Senam Aerobic. "Semula informasi yang kami terima adalah Senam Poco-Poco dan Senam Jantung Sehat dengan durasi selama 3 jam. Namun ternyata yang ditampilkan adalah Senam Aerobic, terus terang saya juga risih. Tapi kami tidak enak untuk membubarkan karena kita juga harus menghargai mereka," ungkapnya. Oleh karena itu, Suid Suwidi atas nama pihak panitia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang diluar perkiraan mereka. "Ke depan tidak ada lagi kegiatan serupa. Jangan kan di ruang kuliah, di halaman kampus sekali pun tidak akan kita perkenankan," tandas Suid disambut tepuk tangan para pengunjukrasa. Setelah puas menyampaikan 'teguran' dan mendengarkan klarifikasi dari pihak panitia, para mahasiswa yang melakukan aksi damai tersebut membubarkan diri dengan tertib. (www.kutaikartanegara.com/yudi)