Minggu, Juni 14, 2009

Dinamika Konflik Elit di Kutai Kartanegara

Oleh: Wahyudi

[Ketua Umum PC. PMII Kutai Kartanegara]




DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan, tidak bisa bekerjasama lagi dengan Penjabat (Pj) Bupati Sjachrudin. Pernyataan tidak ada harapan “mesra” itu dilontarkan langsung beberapa Anggota Dewan dalam rapat bersama dengan sejumlah pejabat Depdagri dan Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (11/6). dprdkutaikartanegara.go.id.


Suasana Kutai Kartanegara semakin memanas pasca demo T3D terkait persoalan honor T3D beberapa hari ini serta demo Perhimpunan Masyarakat Peduli Kutai Kartanegara yang menuntut mundurnya Ketua DPRD Kutai Kartanegara. Statement politik pun bermunculan dari elit politik dan elit birokrasi di Kutai Kartanegara, saling serang melalui media massa membuat masyarakat Kutai Kartanegara bingung dan kepusingan yang mana benar dan yang mana salah, atau yang mana mesti diikuti dan yang mana mesti dijauhi.


Dahl (1971:24-26), transisi menuju demokrasi yang stabil umumnya didahului oleh bangkitnya dinamika, kompetisi dan konflik di kalangan elite terlebih dahulu. Bila merujuk pada apa yang dikatakan oleh Dahl, maka terjadinya konflik elit di suatu daerah, bisa berdampak pada hal yang positif. Karena dengan terjadinya konflik elit, bisa melahirkan suatu bentuk kompetisi dalam proses demokrasi yang ada. sehingga bisa tercipta keseimbangan atau adanya proses cek and balance pada elit politik atau elit birokrasi yang ada. Namun perlu juga digaris bawahi, bahwa konflik juga bisa berdampak negatif terhadap perkembangan ekonomi serta pembangunan di suatu daerah. Karena konflik elit bisa menyebabkan terjadinya instabilitas politik di daerah tersebut.


Melihat konflik elit yang terjadi di Kutai Kartanegara, perlu kecermatan dalam mengamati proses terjadinya konflik elit itu sendiri. Proses konflik elit yang terjadi sebenarnya tidak terlepas dari berbicara “kepentingan”. Ketika kepentingan suatu kelompok elit tertentu tidak bisa terakomodir oleh kelompok lainnya, maka akan memicu suatu konflik elit. Namun konflik elit seperti pengalaman terdahulu terkadang hanya bersifat sementara Dan bisa jadi juga konflik elit yang terjadi adalah sebuah rekayasa politik semata guna melahirkan suatu bargaining politik atau bargaining ekonomi saja, dan pada akhirnya konflik elit tersebut bisa terselaikan melalui komunikasi politik yang ada.


Sebagai seorang pemimpin suatu daerah, semestinya pemimpin mampu mengatasi konflik elit yang ada, dengan melakukan konsolidasi serta komunikasi politik, sehingga konflik elit tersebut bisa terselesaikan. Karena hanya dengan melalui komunikasi sajalah konflik-konflik yang ada mampu terselesaikan. Ketika konflik elite tidak dapat diselesaikan, akan membuat kondisi politik tidak stabil, rentan terhadap aneka kerusuhan, aksi protes dan manuver politik. Konflik juga dapat membawa suatu situasi yang berkepanjangan dan melunturkan pencapaian ekonomi dan politik masyarakat ke depan.


Dan perlu dicermati, konflik elit yang terjadi di Kutai Kartanegara memang berada pada level yang sudah sangat panas, namun disisi lain ternyata sebagian besar masyarakat kelas menengah kebawah tidak terlibat dalam proses konflik elit tersebut. Melihat ini, paling tidak bisa saya simpulkan bahwa masyarakat Kutai Kartanegara pada umumnya sudah cerdas dalam membaca peta konflik yang ada. Sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap dinamisasi masyarakat yang ada. Dan ini menunjukkan bahwa ternyata masyarakat Kutai Kartanegara sudah lebih demokratis dibandingkan daerah lainnya. Yang ketika terjadi konflik elit, langsung berimbas pada konflik grassroot.


Bahwa konflik elit itu diperlukan iya, sebagai upaya untuk menciptakan balancing antar lembaga pemerintahan, khususnya antara eksekutif dan legislatif. Namun ketika konflik berdampak pada instabilitas politik, maka diperlukan langkah kongkrit guna penyelesaian konflik elit tersebut. Perlu adanya rekonsiliasi dan rekonsilidasi politik guna upaya melakukan komunikasi penyelesaian konflik elit itu sendiri. Dan tentunya semuanya mesti kembali pada mekanisme aturan yang ada. Melalui mekanisme inilah pada akhirnya konflik elit akan selesai dengan sendirinya.


Selasa, Januari 20, 2009

Indonesia Tahan Imbang Tuan Rumah Oman

www.yudi-kutai.blogspot.com

Kualifikasi Piala Asia 2011

Indonesia menuai satu angka di Kualifikasi Piala Asia 2011 setelah menahan imbang tuan rumah Oman 0-0 di Stadion Sultan Qaboos, Muscat, Oman, Senin (19/1).

Ini menjadi awal yang baik bagi skuat asuhan Benny Dollo yang berada di Grup B. Lawan Indonesia selanjutnya yakni Australia pada duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 28 Januari mendatang.

Pesaing Indonesia di Grup B lainnya yakni tim tangguh kawasan Teluk, Kuwait. Indonesia bakal menghadapi Kuwait pada laga tandang di Kuwait City, 14 November mendatang.

Kualifikasi terbagi menjadi lima grup. Dua tim teratas setiap grup meraih tiket ke putaran final di Qatar tahun 2011 mendatang. Selain Qatar yang menjadi tuan rumah, empat tim telah memastikan lolos secara otomatis yakni juara bertahan Irak, serta Arab Saudi, dan Korsel, serta India yang lolos setelah menjuarai AFC Challenge Cup 2008. Satu tim lagi yang lolos yakni melalui AFC Challenge Cup 2010 mendatang. Yd (OL-03) MUSCAT--MI:

Minggu, Januari 11, 2009

Gladi Bersih Tari Massal Persiapan MTQ 31 di Kecamatan Muara Kaman



gladi bersih pelatih tari massal mtq 31 di gedung serba guna muara kaman

gladi bersih pelatih tari massal mtq 31 di gedung serba guna muara kaman/foto: buyung marajo

Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke 31 Sekabupaten kutai kartanegara akan berlangsung pada bulan maret 2009 mendatang,Kecamatan Muara Kaman sebagai tuan rumah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin,hal ini terlihat saat gladi bersih tari massal di Gedung Serb Guna Desa Muara Kaman Ilir jumat ( 19/12).

Gladi bersih ini bertujuan untuk melihat kesiapan serta evaluasi terhadap 22 orang pelatih tari yang akan melatih 250 orang lagi untuk tari massal yang bertema “meniti jalan ilahi”,pagelaran tari massal ini terinspirasi dari seni budaya Islami yang masih tumbuh dan berkembang di Kutai Kartanegara umumnya dan Kecamatan Muara Kaman pada khususnya.

H. Misra Budiarto Ax, S.Sos, MM selaku Pimpinan Produksi - Stage Manager Tari Massal “Meniti Jalan Illahi” menjelaskan bahwa kegiatan gladi bersih ini sebagai evaluasi untuk persiapan tari massal MTQ nanti di Muara Kaman,selain itu gladi bersih ini untuk memotivasi 22 orang pelatih yang melatih 250 orang yang akan terlibat dalam tari massal nantinya.

buyung marajo

berbagai gerakan dilakukan para pelatih tari massal / foto: buyung marajo

Setidaknya masih ada waktu sampai bulan maret nanti untuk melatih 250 yang lainnya, mengingat Muara Kaman masih banjir, kita masih menggunakan Gedung Serba Guna Desa Muara Kaman Ilir ini sebagai tempat latihan”.papar Misra yang juga Direktur Eksekutif KSB Seraong Kaltim .

Sementara itu Direktur Artistik, Sutradara, dan Penata Musik untuk pagelaran tari massal Epi Martison mengatakan komposisi musik untuk tari massal ini masih dalam tahap percobaan dan perbaikan, apa yang kita saksikan sekarang sebagai contoh saja, nanti kita akan tambahkan komposisi musik yang kita anggap perlu, ini perlu proses keseriusan dan ketelitian dalam penggarapannya, setidaknya kita akan tampilkan yang beda dan lain dari pada yang lainnya, tidak seperti MTQ-MTQ yang terdahulu”,ujar Konsultan Ahli Bidang Musik KSB Seraong Kaltim ini.

buyung marajo

tim produksi tari massal meniti jalan ilahi berfoto bersama/ foto: buyung marajo

Camat Muara Kaman Asmuni,S.Sos mengaku tetap optimis walaupun Kecamatan Muara Kaman sekarang masih dilanda banjir,kalau banjir tidak surut juga pada bulan januari nanti, mau tidak mau kita akan melaksanakannya ditempat yang tidak terendam banjir yaitu di Desa Berubus Muara Kaman Ulu atau alternatif lain di SP 3,4 atau 5,mengingat persoalan transportasi,serta penginapan kontingen menjadi perhatian utama pihak panitia . Kesuksesan MTQ ini nantinya tidak terlepas dari peran serta semua pihak dan seluruh masyarakat di Kecamatan Muara Kaman,saya berharap kita bisa melaksanakan MTQ ke 31 ini dengan sukses,tambah Asmuni. (en/bm) dikutif dari www.mahakammedia.wordpress.com